Minggu, 11 Oktober 2009

CIPTAKAN KEDAMAIAN DAN CINTAI ANAK KITA TANPA SYARAT!

Ciptakan Kedamaian dan Cintai Anak Kita tanpa Syarat!

Dunia akan sulit berdamai jika kita masih saja membodohi anak-anak tercinta kita untuk tidak menjadi dirinya sendiri. Itulah peperangan terbesar dalam diri seorang anak. Mereka diminta menjadi diri sendiri sementara dunia berusaha keras mengubah dirinya menjadi orang lain. Orang-orang pertama dalam dunia yang berusaha mengubahnya adalah : orangtua. Orangtua berusaha mengubah anak balitanya menjadi orang lain untuk kemudian meminta - balita yang sama yang telah tumbuh remaja - menjadi dirinya sendiri. Betapa menguntungkan bila bisa melewati masa 10 tahun pertama dalam hidup dengan penuh penerimaan dari kedua orangtua!
Orangtua sering tidak sadar berusaha membentuk anaknya menurut apa yang mereka pikirkan. Padahal anak-anak itu telah memiliki citra dirinya sendiri dari Sang Pencipta! Banyak orangtua gagal memahami citra diri anak yang merupakan karunia Sang Pencipta! Orangtua menyayangi anaknya saat bertingkah laku baik. "kamu akan mama ajak pergi kalau selesaikan PR", atau "Papa akan senang kalau kamu menurut jika diberitahu!" atau "Kamu tak akan remedi jika ulanganmu baik!"
Akhirnya kita menghasilkan :
• Seorang anak yang suka membantah dan membangkang orangtuanya sendiri namun mau dibodohi oleh temannya. Mereka tumbuh menjadi seorang dewasa yang selalu dibodohi lingkungan dan selalu menjadi ‘korban’ dalam kehidupan ini. Mereka memiliki rasa marah dalam dirinya namun tak tahu bagaimana harus melepaskannya. Mereka menjadi ‘trouble maker’ dimanapun mereka berada! Apakah ini tujuan Anda mendidik dan mengasuh seorang anak?
• Seorang anak yang peragu dan tak berani mengambil keputusan. Mereka tumbuh menjadi orang dewasa yang hanya bisa mengikuti perintah dan tak berani mengambil keputusan. Mereka menikahi orang yang mengendalikan hidupnya dan seandainya pasangannya terlalu mengatur sehingga membuatnya sangat tidak nyaman maka ia akan berusaha tetap menerima keadaan dan menganggap itulah nasibnya! Apakah Anda ingin anak tercinta mengalami nasib hidup seperti ini ? Pasrah pada kehidupan yang harusnya bisa jalani dengan baik?
• Seorang anak yang harga dirinya rendah yang selalu berusaha mencari pengakuan dan cinta dengan berbagai tingkah lakunya yang destruktif. Anak ini akan tumbuh menjadi dewasa dengan sikap yang sangat ingin mengontrol orang lain di sekitarnya. Anak ini menjadi orang dewasa yang sulit memiliki relasi baik antar sesama. Jika ia beruntung dan menjadi bos maka ia adalah bos yang ditakuti anak buahnya – bukan disegani ataupun dihormati dengan tulus! Apakah orang seperti ini pernah melintas dalam hidup Anda? Inginkah anak Anda tumbuh menjadi seperti ini?
• Seorang anak yang rasa percaya dirinya rendah sehingga tak berani melakukan apapun dalam hidup ini. Anak ini akan tumbuh dewasa dengan banyak teman namun ia sering menunda pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Ia lebih senang mengerjakan apa yang ia sukai daripada apa yang ia harus selesaikan. Ia menjadi penunda-nunda! Ia menjadi seorang yang takut penolakan. Jika ia adalah seorang salesman ia akan menyenangkan di tempat kerja tapi tidak menghasilkan penjualan bagi perusahaan. Mereka akan menjadi orang dewasa yang nampak begitu sibuk dalam hidupnya namun sebenarnya tak menghasilkan apapun! Apakah Anda kenal dengan orang dewasa semacam ini?
• Seorang anak yang merasa tidak layak dan tidak pantas dicintai. Mereka akan tumbuh dewasa dengan penuh perasaan malu dan tidak berharga. Mereka tidak berani meminta dalam kehidupan ini dan karenanya tak akan memperoleh apapun. Setiap kali hendak mencapai sukses mereka selalu menyabotase dirinya sendiri karena merasa tak layak. Mereka memiliki impian namun merasa tak layak sehingga tak kunjung mendapatkan impian tersebut. Mereka mengalami ‘kemacetan karir / finansial’. Seberapa keras usaha yang dilakukan hasilnya tetap disitu-situ juga. Apakah Anda kenal dengan pribadi semacam ini?
Semua orang dewasa yang saya ceritakan di atas bisa jadi memiliki pendidikan yang tinggi dan nilai-nilai bagus di bidang akademik. Namun ingat sukses dan bahagianya kehidupan yang akan dijalani seorang dewasa bukan hanya tergantung dari tingginya IQ, tingginya ranking di sekolah, bagusnya sekolah yang mereka masuki bukan juga dari seberapa banyak gelar yang mereka miliki.
Pendidikan di rumah – apa yang dilakukan orangtuanya – yang mereka alami sewaktu mereka dibesarkan yang akan menentukan hidup seperti apa yang akan dijalani oleh tunas-tunas muda ini! Andalah para orangtua penentu nasib dunia ini.
Mother Theresa ketika ditanya sejumlah wartawan tentang apa pesannya untuk menciptakan kedamaian dunia mengatakan “Pulanglah ke rumah dan cintailah keluargamu!”
Apakah Anda siap mencintai keluarga Anda – alasan Anda bekerja keras mencari uang – dengan cara yang benar dan tepat? Kapankah Anda siap untuk benar-benar mengubah pendekatan Anda terhadap anak-anak tercinta dan pasangan Anda? Kapankah Anda siap mengambil keputusan itu? Berapa lama lagi Anda meminta anak-anak tercinta dan pasangan Anda untuk menunggu perubahan dari diri Anda? Dan jika anak yang diceritakan di atas adalah diri anda sekarang bagaimanakah caranya menghapus “jejak-jejak” yang ditorehkan oleh orangtua Anda? Kapankah Anda siap menghapus jejak-jejak tersebut?

SUMBER INFO INI DARI GRUP AKADEMI HIPNOTERAPI
KAPANKAH ANDA SIAP? Jawabannya bisa dengan belajar dengan temen2 diAkademi Hipnoterapi Indonesia.
Info lengkap bisa klik di
http://akademihipnoterapi.com

Tidak ada komentar:

Populer Posting

Mengenai Saya

Foto saya
Life is a success, success if we can always grateful grace of God every second every time, or success if we can share the happiness of others, success is because of Life was created by God with full success:-)